AtjehUpdate.com., Aceh Tamiang | 29 November 2025 – Aceh Tamiang kini berada dalam kondisi banjir terdalam dan terluas sepanjang sejarah daerah ini, dengan ketinggian 2–3 meter yang menenggelamkan kecamatan-kecamatan padat penduduk. Ribuan warga terjebak di atas atap ruko dan lantai dua rumah, tanpa tempat evakuasi yang layak, tanpa makanan, tanpa air bersih, dan tanpa fasilitas medis. Komunikasi serta listrik padam total, menyebabkan masyarakat terisolasi dan tidak mampu mengirim sinyal darurat. Situasi ini diperparah oleh terputusnya seluruh akses jalan, termasuk jalur tol dan jalan utama menuju Langsa–Binjai, sehingga distribusi bantuan dan evakuasi tidak bisa dilakukan lewat darat.
LSM Gadjah Puteh menegaskan bahwa kondisi ini sudah masuk kategori darurat kemanusiaan ekstrem. Warga sudah dua hari tidak makan, anak-anak menahan lapar, ibu hamil terancam keselamatannya, dan lansia menghadapi risiko penyakit mematikan. Kelangkaan logistik telah memicu penjarahan di sejumlah titik karena masyarakat berada di fase bertahan hidup. “Ini bukan lagi bencana biasa ini situasi hidup atau mati!” demikian desakan keras Gadjah Puteh agar pemerintah memprioritaskan Aceh Tamiang sebagai pusat operasi penyelamatan nasional.
Status tanggap darurat memang telah ditetapkan pemerintah daerah sejak 26 November 2025, namun di lapangan kondisi masih sangat terbelenggu. Tanpa listrik, tanpa jaringan, tanpa akses transportasi, ribuan rakyat Aceh Tamiang kini terjebak dalam kegelapan malam yang sunyi, hanya berpegangan pada harapan tipis sambil menunggu bantuan yang tidak juga tiba. Jika pemerintah pusat tidak segera turun dengan transportasi udara dan laut, termasuk kapal karet serta helikopter, maka Kabupaten Aceh Tamiang akan menjadi wilayah terdampak paling parah di seluruh Aceh dengan kemungkinan meningkatnya korban jiwa setiap jam.
Gadjah Puteh mendesak Presiden RI, BNPB, TNI–Polri, Kemenhub, dan Kementerian Sosial untuk segera melakukan:
Pertama Pembukaan jalur logistik darurat dari udara dan laut
Kedua Pengiriman sembako, air bersih, BBM, obat-obatan, susu bayi & popok
Ketiga Evakuasi ibu hamil, balita, anak-anak & lansia





