AtjehUpdate.com., Aceh – Ketergantungan ekspor Aceh terhadap dua komoditas utama masih sangat tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menunjukkan bahwa sepanjang Mei 2026, hampir seluruh nilai ekspor daerah berasal dari komoditas batubara serta kopi dan rempah-rempah, yang secara gabungan menyumbang lebih dari 95 persen terhadap total ekspor barang asal Aceh.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Aceh, nilai ekspor barang asal Aceh pada Mei 2026 mencapai US$52,88 juta. Dari jumlah tersebut, kelompok komoditas bahan bakar mineral yang didominasi batubara menyumbang sebesar US$36,68 juta atau sekitar 69,37 persen dari total ekspor. Sementara kelompok kopi dan rempah-rempah menyumbang US$13,65 juta atau sekitar 25,81 persen. Jika digabungkan, kedua kelompok komoditas tersebut mencapai sekitar US$50,33 juta atau lebih dari 95 persen nilai ekspor Aceh pada bulan tersebut.
Dominasi tersebut memperlihatkan bahwa struktur ekspor Aceh masih terkonsentrasi pada sektor pertambangan dan komoditas pertanian unggulan. Di satu sisi, batubara tetap menjadi penyumbang devisa terbesar daerah, sementara di sisi lain kopi Aceh menunjukkan tren yang semakin positif sebagai komoditas bernilai tinggi di pasar internasional.
Meski masih menjadi komoditas utama, nilai ekspor batubara pada Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. BPS mencatat ekspor kelompok bahan bakar mineral turun sekitar 19,50 persen dibanding April 2026. Penurunan tersebut menjadi salah satu penyebab berkurangnya nilai ekspor Aceh secara keseluruhan pada Mei lalu.





