Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Investasi

Batubara dan Kopi Kuasai 95 Persen Ekspor Aceh, Struktur Perdagangan Masih Bertumpu pada Dua Komoditas

0
×

Batubara dan Kopi Kuasai 95 Persen Ekspor Aceh, Struktur Perdagangan Masih Bertumpu pada Dua Komoditas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi ekspor Aceh Mei 2026 yang menampilkan aktivitas pemuatan batubara di pelabuhan dan komoditas kopi sebagai dua penyumbang terbesar ekspor Aceh berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dengan dominasi lebih dari 95 persen terhadap total nilai ekspor daerah.
Batubara dan kopi masih menjadi tulang punggung ekspor Aceh, menyumbang lebih dari 95 persen total nilai ekspor pada Mei 2026 menurut data BPS.

Berbeda dengan batubara, ekspor kopi dan rempah-rempah justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Nilainya meningkat sekitar 50,88 persen dibanding April 2026 dan melonjak sekitar 64,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa komoditas pertanian Aceh masih memiliki daya saing yang kuat di pasar ekspor apabila didukung produksi yang stabil serta akses pasar yang lebih luas.

Selain batubara dan kopi, komoditas ekspor Aceh lainnya memiliki kontribusi yang relatif kecil. Bahan anyaman nabati dan produk nabati lainnya tercatat bernilai sekitar US$1,06 juta, diikuti daging dan ikan olahan sekitar US$1 juta. Sementara berbagai produk kimia, buah-buahan, minyak atsiri, ikan dan udang, serta komoditas lainnya masing-masing masih berada di bawah satu juta dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa diversifikasi komoditas ekspor Aceh masih belum merata dan masih bertumpu pada sedikit jenis komoditas utama.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Dilihat dari lapangan usaha, sektor pertambangan masih mendominasi ekspor Aceh dengan kontribusi sekitar 69,54 persen. Sektor pertanian berada di posisi kedua dengan kontribusi sekitar 28,02 persen, sedangkan industri pengolahan hanya menyumbang sekitar 2,45 persen terhadap total ekspor daerah. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa nilai tambah hasil industri di Aceh masih relatif rendah dibandingkan ekspor komoditas primer.

Besarnya ketergantungan terhadap batubara dan kopi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Aceh. Ketika harga batubara dunia melemah atau permintaan pasar menurun, nilai ekspor daerah berpotensi ikut tertekan. Sebaliknya, meningkatnya permintaan kopi Aceh di pasar internasional dapat menjadi momentum untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan agar ekspor Aceh tidak lagi hanya bergantung pada komoditas mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah yang lebih tinggi.(red)

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses