AtjehUpdate.com,- Aceh | Pencopotan Region Head (RH) PTPN IV Regional 6 pada Senin, 7 Juli 2025, menuai sorotan tajam dari berbagai elemen sipil di Aceh. Langkah manajemen PTPN IV ini dinilai mengabaikan aspirasi masyarakat serta rekomendasi resmi dari Gubernur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
Dalam surat permohonan dari Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) dan surat rekomendasi dari Gubernur serta DPRA, telah disebutkan sejumlah nama putra daerah yang dinilai layak untuk menduduki jabatan Region Head maupun SEVP Operation. Namun, nama-nama tersebut sama sekali tidak diakomodir oleh manajemen PTPN IV, jelas Sayed Zahirsyah, Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Rabu (9/7/2025).
Ironisnya, pengganti Region Head justru berasal dari PTPN III, bukan dari internal Regional 6 maupun dari kalangan putra daerah Aceh. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa sejak peralihan PTPN I menjadi PTPN IV Regional 6, putra daerah tidak diberi ruang untuk memimpin perusahaan milik negara tersebut.
Padahal, kehadiran perusahaan BUMN di suatu daerah semestinya berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal serta membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra daerah untuk berkarier dan memimpin.
“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa manajemen PTPN IV justru cenderung menutup peluang bagi putra Aceh, seolah-olah tidak ada sumber daya manusia di Aceh yang mampu menduduki jabatan strategis seperti Region Head atau SEVP Operation,” tambah Nasruddin, salah satu perwakilan elemen sipil lainnya.





