AtjehUpdate.com,- Langsa | Kinerja dan pengelolaan dana pada Baitul Mal Kota Langsa mulai menjadi sorotan sejumlah kalangan masyarakat. Berbagai program bantuan yang bersumber dari dana umat dinilai belum sepenuhnya berjalan secara transparan, baik dalam proses penyaluran maupun dalam penentuan penerima manfaat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah program rumah bantuan bagi mualaf.
Program yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang baru memeluk Islam tersebut diduga tidak sepenuhnya tepat sasaran. Informasi yang dihimpun menyebutkan, bahwa rumah yang semestinya dihuni oleh penerima manfaat mualaf justru diduga ditempati oleh pihak lain, bahkan disebut-sebut dihuni oleh pegawai di lingkungan Baitul Mal, Kamis (13/03/2026).
Selain itu, program beasiswa bagi santri berprestasi penghafal Al-Qur’an (hafiz) juga dinilai tidak memiliki mekanisme transparansi yang jelas. Sejak sekitar tahun 2014, proses penyaluran beasiswa tersebut disebut-sebut tidak dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait siapa saja yang menerima bantuan tersebut serta bagaimana proses seleksi penerimanya dilakukan.





