AtjehUpdate.com,- Langsa | Sejumlah pengusaha dan masyarakat di Kota Langsa dikabarkan mulai enggan menyalurkan zakat harta mereka melalui Baitul Mal Kota Langsa. Sikap ini muncul akibat dugaan kurangnya transparansi serta kecenderungan penyaluran dana zakat yang dinilai tertutup.
Beberapa sumber dari kalangan pengusaha menyebutkan bahwa selama ini mereka rutin menitipkan dana zakat untuk disalurkan kepada anak yatim, fakir miskin, serta masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Namun belakangan muncul kekhawatiran bahwa dana tersebut tidak sepenuhnya tersalurkan secara tepat sasaran.
“Sebagian pengusaha mulai ragu menyalurkan zakat melalui Baitul Mal karena informasi mengenai penyaluran dana sangat minim dan tidak terbuka kepada publik,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat, Jum’at (13/03/2026).
Secara kelembagaan, Baitul Mal memiliki fungsi penting dalam mengelola zakat, infak, sedekah, serta harta agama lainnya. Lembaga ini juga memiliki peran dalam pengawasan dan perlindungan terhadap anak yatim piatu serta kelompok masyarakat yang berhak menerima bantuan.
Namun dalam praktiknya, sejumlah pihak menilai fungsi tersebut mulai bergeser. Penyaluran bantuan disebut-sebut lebih banyak diberikan kepada kalangan tertentu yang memiliki kedekatan atau hubungan dengan pihak pengelola.





