Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Bencana Alam

Gadjah Puteh Kecam Bea Cukai: Purbaya Jangan Diam Saat Bantuan Bencana Dipajaki

80
×

Gadjah Puteh Kecam Bea Cukai: Purbaya Jangan Diam Saat Bantuan Bencana Dipajaki

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar unggahan media sosial diaspora Indonesia di Singapura yang mengeluhkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatra dikenakan pajak oleh Bea Cukai, memicu kritik Gadjah Puteh terhadap kebijakan pemajakan bantuan bencana
Bantuan kemanusiaan dari diaspora Indonesia untuk korban bencana di Sumatra disebut diperlakukan sebagai barang impor dan dikenakan pajak, Gadjah Puteh mengecam keras praktik tersebut dan meminta Purbaya Yudhi Sadewa serta Kementerian Keuangan bertindak tegas demi kemanusiaan

Gadjah Puteh secara tegas meminta Menteri Keuangan dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen (Purn) Djaka, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Bea Cukai di lapangan. Negara tidak boleh membiarkan aparat memungut pajak dari niat kemanusiaan.

“Kami juga meminta Purbaya Yudhi Sadewa untuk tidak diam. Jika benar anak buahnya di Bea Cukai memungut pajak dari bantuan bencana, maka ini adalah potret menyedihkan negara yang kehilangan empati di tengah penderitaan rakyat,” tegas Gadjah Puteh.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Gadjah Puteh menilai, polemik status bencana nasional tidak boleh dijadikan alasan untuk menyingkirkan nilai kemanusiaan. Dalam kondisi darurat, kemanusiaan harus ditempatkan di atas prosedur, di atas administrasi, dan di atas kepentingan fiskal apa pun.

Ironisnya, diaspora Indonesia di luar negeri bahkan yang ingin membantu keluarga dan kampung halamannya sendiri justru dipersulit dan dibebani kewajiban pajak tambahan, sementara di lapangan korban bencana masih kekurangan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

“Ini bukan sekadar soal aturan, ini soal nurani. Jika kemanusiaan kalah oleh prosedur, maka yang runtuh bukan hanya sistem, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap negara,” tutup Gadjah Puteh.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses