Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Aceh

Kepala Bea Cukai Langsa yang Baru Diharapkan Hadirkan Kepemimpinan Terbuka dan Transparan

84
×

Kepala Bea Cukai Langsa yang Baru Diharapkan Hadirkan Kepemimpinan Terbuka dan Transparan

Sebarkan artikel ini
Serah terima jabatan antara Kepala Bea Cukai Langsa Sulaiman dan pejabat baru, Dwi Harmawanto, di Aula Kantor Bea Cukai Langsa.
Sertijab Kepala Bea Cukai Langsa dari Sulaiman kepada Dwi Harmawanto, menandai awal era baru transparansi, kolaborasi, dan penegakan hukum yang lebih tegas di wilayah perbatasan timur Aceh.

AtjehUpdate.com | Langsa, 27 Juni 2025 — Rotasi pimpinan di lingkungan Bea Cukai Langsa disambut harapan baru oleh masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Publik berharap kepemimpinan baru ini menghadirkan perubahan nyata dalam pola penegakan hukum kepabeanan dan cukai, khususnya terhadap maraknya rokok ilegal dan praktik penyelundupan barang.

Selama beberapa tahun terakhir, institusi Bea Cukai Langsa dinilai kurang terbuka dan minim sinergi dengan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta elemen masyarakat sipil. Kondisi ini dinilai menghambat efektivitas pengawasan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga strategis tersebut.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Seorang tokoh masyarakat Langsa menyatakan, “Kami berharap kepala Bea Cukai yang baru tidak lagi bersikap tertutup seperti sebelumnya. Yang kami butuhkan adalah keterbukaan, komunikasi, dan kerja sama yang aktif dalam menegakkan aturan.”

Namun di balik rotasi ini, publik juga mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang belum terselesaikan dan tidak boleh diwariskan begitu saja kepada pimpinan yang baru. Penegakan hukum yang selama ini bersifat formalistik sekadar menindak di permukaan perlu diubah menjadi pendekatan sistematis yang menyentuh akar masalah.

Sebagai perbandingan, masyarakat menyoroti langkah progresif Bea Cukai Lhokseumawe yang baru-baru ini tak hanya berhenti pada penangkapan awal, tetapi juga melakukan pendalaman menyeluruh dari hulu ke hilir. Mereka menelusuri bagaimana barang selundupan bisa masuk, berapa kali sudah terjadi, siapa penjual, siapa pembeli, dan siapa yang selama ini menjadi pelindung. Pendekatan ini menjadi contoh nyata bahwa jika ada keberanian dan keseriusan, praktik-praktik seperti “tangkap satu, lepas lima” yang diduga sarat konspirasi bisa diakhiri.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses