AtjehUpdate.com,- Langsa | LSM Gadjah Puteh menyoroti kondisi darurat yang tengah melanda Kota Langsa akibat belum adanya pelantikan Walikota definitif. Situasi ini menyebabkan roda pemerintahan berjalan stagnan, bahkan nyaris lumpuh, dan dampaknya kini semakin dirasakan oleh desa-desa serta masyarakat yang menjadi korban utama.
Dalam pernyataannya, LSM Gadjah Puteh menegaskan bahwa stagnasi ini telah berimbas fatal di lapangan. Anggaran desa terhenti, pelayanan publik tersendat, hingga program-program pembangunan mandek total. “Desa kini dalam kondisi NOL anggaran. Roda pemerintahan benar-benar stagnan. Rakyat jadi korban!” tegas Sayed Zahersyah, Direktur Eksekutif Gadjah Puteh.
LSM Gadjah Puteh juga mengingatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar tidak terjebak dalam tafsir aturan dan Undang-undang yang kaku terkait proses pelantikan Walikota definitif. “Tidak ada aturan tanpa pengecualian, tidak ada hukum tanpa pengecualian,” ujar Sayed, mengutip prinsip penting dalam dunia hukum bahwa dalam keadaan darurat, kebijakan bisa diambil untuk menyelamatkan kepentingan masyarakat luas.





