Home Aceh Pekerja Galian Jargas Tak Pakai Pelindung Diri, Konsultan Terindikasi Langgar UU K3

Pekerja Galian Jargas Tak Pakai Pelindung Diri, Konsultan Terindikasi Langgar UU K3

AtjehUpdate.com,- LANGSA, Para pekerja galian jaringan gas (jargas) tidak memakai alat pelindung saat melaksanakan pekerjaannya. Kondisi ini sangat membahayakan pekerja dan disinyalir konsultan pengawas abaikan keselamatan mereka.

Pantauan AtjehUpdate.com di lapangan, Selasa (21/7), sejumlah pekerja galian jargas yang sedang menggali lubang tidak memakai pelindung diri. Mereka hanya memakai kaos dan topi sehingga sangat rawan terjadi kecelakan kerja.

Untuk diketahui, proyek pemasangan pipa jargas sambungan rumah di Langsa dikerjakan oleh PT Adhi Karya selaku pelaksana dan PT Amythas sebagai konsultan pengawas.

Menanggapi hal itu, Direktur LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah, mengatakan seharusnya pihak perusahaan atau konsultan pengawas memberikan baju pelindung bagi para pekerjanya.

Selain itu dimasa pandemi Covid-19 seharusnya pekerja memakai pelindung diri untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.

“Jangankan topi proyek, baju dan sarung tangan saja tidak ada, bahkan pekerjanya memakai baju kaos saat bekerja,” ujar Sayed seraya menegaskan cara ini sudah tidak mengindahkan Undang-Undang (UU) Keselamatan Kerja.

Sayed mengharapkan pihak perusahaan agar dapat memberikan kenyaman kepada para pekerjanya sesuai UU Keselamatan Kerja.

Safety man harus standby di lokasi pekerjaan untuk memastikan area tersebut clear atau aman, sambil memantau traffic yang ada di area tersebut.

“Seringkali lalulintas menjadi berantakan karena pengaruh lubang tersebut. Harusnya kontraktor pelaksana menyediakan flag man di jalan untuk mengawasi keluar masuk kendaraan yang berpotensi terjadi kecelakaan jika tidak diatur lalulintasnya,”, urainya.

Dijelaskan Sayed, adapun safety sign itu wajib dipasang, sebagaimana yang diatur dalam UU Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nomor 1 Tahun 1970.
Kelihatan barricade yang dipasang tidak kokoh dan pagar pengamannya tidak kuat. Dan itu harus diutamakan, jikapun cuaca hujan tidak akan putus.

Sayed juga mengingatkan, bahwa pengawas pekerjaan wajib bertanggungjawab jika terjadi resiko terhadapa pekerja dan warga sekitar.

Sementara General Affair PT Adhi Karya, Surya, kepada wartawan mengatakan, alat pelindung dilengkapi khusus sesuai keluhan pekerja.

“Karena tidak bisa maksimal jika harus pakai sepatu,” kata Surya.

Leader Konsultan Pengawas (PMC) PT Amythas Langsa, Yusrizal, mengatakan akan segera menyampaikan hal ini ke pihak pelaksana.(frenk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Nazaruddin Bebas Murni, Ingin Fokus Kejar Akhirat dan Bangun Pesantren

AtjehUpdate.com,- Senyum semringah terpancar dari wajah eks Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin. Ia resmi bebas murni pada Kamis (13/8) setelah selesai menjalani masa...

Klarifikasi Ketua DPRK Aceh Tamiang Abaikan Fakta Yang Ada  

AtjehUpdate.com,- Kualasimpang, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh menilai klarifikasi Ketua DPRK Aceh Tamiang ngawur. Pasalnya dalam klarifikasinya pada kegiatan tersebut, sudah dikoordinasikan oleh...

Sidang Kriminalisasi Wartawan Digelar, Kebohongan Kapolsek Kalideres Semakin Terkuak

AtjehUpdate.com,- Jakarta, Persidangan 4 jurnalis BidikFakta.Com atas nama AW, BW, RH, dan AR telah memasuki kali kedua, Selasa, 11 Agustus 2020. Pada persidangan yang...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Babinsa Koramil 09/Trumon Bantu Petani Panen Cabe

AtjehUpdate.com,- Aceh Selatan, Peran serta TNI AD dalam hal ini dilaksanakan oleh Babinsa sangatlah penting melalui Upaya Khusus (Upsus) Pendampingan Pertanian dalam rangka mewujudnya...

Recent Comments