4. Desakan untuk mencopot Kepala Bea Cukai Langsa dan mencabut status Wilayah Bebas dari Korupsi (WBBM) yang dianggap tidak layak.
5. Pengungkapan kasus rokok ilegal yang dinilai tidak pernah menyentuh aktor intelektual di balik peredaran barang tersebut.
“Aksi ini bukan sekadar agenda LSM, tetapi juga merupakan suara masyarakat yang menuntut keadilan dan transparansi dari aparat penegak hukum. Kami mendesak agar Kepala Bea Cukai Langsa dicopot dari jabatannya dan status WBBM dicabut karena dinilai tidak layak,” tegas Helmi dalam orasinya.
Selain itu, Helmi juga meminta agar pengungkapan kasus rokok ilegal tidak berhenti pada pelaku lapangan saja, tetapi juga menyasar aktor intelektual yang diduga bermain di balik layar. “Masyarakat butuh kepastian hukum, bukan sekadar pencitraan,” tambahnya.
Meskipun aksi berjalan dalam pengawalan ketat aparat keamanan dan tidak diwarnai kericuhan, suasana panas terlihat dari setiap orasi dan spanduk yang dibentangkan. Para peserta aksi seolah membakar semangat perjuangan untuk menguak tabir gelap di Bea Cukai Langsa. Kantor Bea Cukai Langsa pun tampak sunyi, seolah berada di bawah bayang-bayang tekanan dari suara rakyat yang menggelegar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai Langsa belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan dan dugaan yang disampaikan oleh masyarakat dan LSM PANDORA.(red)





