Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
OpiniPendidikan

Biarkan Anak “EMAS” Merokok Di Sekolah

64
×

Biarkan Anak “EMAS” Merokok Di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Sindiran tajam terhadap perilaku siswa yang merokok di sekolah dan reaksi berlebihan orang tua serta siswa yang membela pelanggaran disiplin.
Sebuah tulisan satire yang menyoroti terbaliknya logika pendidikan kita — di mana guru disalahkan karena menegakkan disiplin, sementara pelanggaran justru dibela dengan semangat luar biasa.

AtjehUpdate.com,- Baru-baru ini, panggung drama pendidikan kita kembali menampilkan plot twist yang luar biasa emejing.

Seorang Kepala Sekolah, konon dikabarkan telah menampar seorang siswa yang tertangkap basah sedang mengisap rokok di area sekolah.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Coba tebak apa reaksi yang muncul kemudian? Reaksi yang sangat mencerminkan betapa majunya peradaban kita saat ini.

Kita harus memberi aplaus meriah untuk orang tua sang siswa yang merokok itu. Sebab Mereka telah dengan gagah perkasa menjadi garda terdepan pembela hak asasi manusia (atau setidaknya, hak asasi anaknya sendiri). Yaitu hak untuk merok0k dengan tenang di lingkungan pendidikan.
Lalu melaporkan kejadian ini ke polisi untuk menuntut si kepsek.

Jadi Kepada Bapak dan Ibu guru yang lain, harap catat. Di masa depan, jika Anda melihat siswa sedang asyik mengepulkan asap, jangan tegur. Lebih baik Anda tawarkan pemantik api Anda, sapa dengan hangat, dan tanyakan, “Nak, mau Bapak/Ibu bantu merekam konten TikT0k slow motion asap rok0k ini agar terlihat artistik?”

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Karena apa? Menampar Itu kuno! Itu merusak psikis anak! Padahal, paru-paru yang rusak karena rokok itu kan urusan pribadi siswa di masa depan. Tapi harga diri yang tergores karena teguran keras adalah masalah hukum hari ini.

Eh, tapi belum kelar disitu saja.
Tahukah Anda bagian plot twist lainnya?

klimaks dari drama ini? Para siswa kompak! Mereka melakukan aksi mogok belajar, bukan untuk menuntut perbaikan fasilitas sekolah, bukan untuk menuntut kenaikan gaji guru honorer, melainkan untuk “membela temannya yang bersalah” tadi

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses