AtjehUpdate.com,- Aceh Tamiang | Sebuah video yang viral di media sosial memunculkan tudingan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang baru tiba di lokasi banjir setelah air mulai surut. Tuduhan ini disampaikan oleh Kepala Desa Muka Sunge Kuruk, yang mengatakan BPBD lambat dalam merespons bencana banjir yang melanda wilayahnya. Namun, Kepala BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, Iman Suhery segera memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan tersebut.
Dalam keterangannya, Kepala BPBD Aceh Tamiang menegaskan, bahwa tim mereka sudah berada di lapangan sejak hari pertama banjir melanda. “Kami sudah berada di lokasi sejak awal banjir, memberikan bantuan dan evakuasi kepada warga yang terdampak. Tidak benar jika kami baru datang setelah banjir surut,” ujar Iman Suhery yang kerap disapa Bayu, Kamis (17/10) di lokasi pengungsian.
Isu ini semakin panas setelah beredar kabar bahwa Kepala Desa Muka Sunge Kuruk sempat marah-marah di lapangan dengan menggunakan kata-kata kasar yang tidak pantas diucapkan oleh seorang kepala desa. Dalam video yang beredar, terlihat Kepala Desa tersebut mengungkapkan kekesalannya dengan cacian dan makian terhadap petugas BPBD yang dianggapnya lambat. Tindakan ini memicu reaksi dari berbagai pihak yang menilai bahwa sebagai seorang pemimpin, Kepala Desa seharusnya menunjukkan sikap yang lebih beretika dan menghargai petugas yang tengah bekerja di lapangan.
Menurut para pengamat, seorang Kepala Desa memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya dalam melayani masyarakat, tetapi juga menjaga sikap dan etika di depan umum. Tindakan marah-marah dengan bahasa kasar bukan hanya mencoreng citra pribadi, tetapi juga bisa menurunkan wibawa seorang pemimpin di mata masyarakatnya. Sebagai pemimpin, Kepala Desa diharapkan memberikan contoh yang baik, terutama dalam menghadapi situasi krisis seperti bencana alam, di mana sinergi dan kerja sama sangat dibutuhkan untuk penanganan yang efektif.





