Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Nasional

Dari Sekretaris BKF Menjadi Sekretaris Bea Cukai, LHKPN Ayu Sukorini “Si Kuping Tipis” dengan Kekayaan yang Melonjak Tajam

165
×

Dari Sekretaris BKF Menjadi Sekretaris Bea Cukai, LHKPN Ayu Sukorini “Si Kuping Tipis” dengan Kekayaan yang Melonjak Tajam

Sebarkan artikel ini
Potret Ayu Sukorini, Sekretaris Dirjen Bea Cukai, dengan latar belakang gedung Kementerian Keuangan, simbol kekayaan dan dokumen LHKPN
Ayu Sukorini saat masih menjabat di Badan Kebijakan Fiskal; kini sebagai Sekretaris Bea Cukai, kekayaannya naik tajam tanpa penambahan aset fisik

AtjehUpdate.com, Jakarta – Nama Ayu Sukorini mungkin tak banyak dikenal publik, namun laporan kekayaannya berkata sebaliknya. Saat menjabat sebagai Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Ayu mencatatkan pertumbuhan kekayaan yang cukup besar dari sekitar enam miliar menjadi hampir sepuluh miliar rupiah hanya dalam tiga tahun. Namun lonjakan yang lebih mencolok justru terjadi setelah ia berpindah ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Sekretaris Dirjen. Dalam rentang waktu 2020 hingga akhir 2024, kekayaannya naik signifikan mencapai Rp 13,75 miliar bertambah hampir empat miliar rupiah tanpa tercatat penambahan properti maupun kendaraan.

Hal yang mengundang tanya adalah struktur kekayaannya yang semakin tidak kasat mata. Tidak ada penambahan aset fisik seperti rumah atau mobil baru. Sebaliknya, sebagian besar kekayaannya justru melonjak lewat kategori yang tak mudah diverifikasi publik seperti surat berharga, kas, dan harta lainnya. Bahkan, mobil Nissan Evalia tahun 2012 yang sempat tercatat pada laporan sebelumnya pun menghilang tanpa keterangan. Semua ini terjadi dalam senyap, seolah berjalan tanpa hambatan di bawah radar lembaga pengawas internal maupun eksternal.

Iklan
Iklan

Menyikapi hal tersebut, Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Al Mahdaly, menyatakan keprihatinan atas pola peningkatan harta yang terus naik tanpa keseimbangan dengan aset fisik. “Ketika harta pejabat negara terus bertambah lewat jalur tak terlihat, tanpa mobil, tanpa tanah baru, lalu kekayaan hanya bertumpu pada kas dan investasi, maka itu adalah peringatan. Kita wajib bertanya, darimana asalnya?,” ujarnya. Menurutnya, posisi seperti Sekretaris Dirjen Bea Cukai memang tampak administratif, tetapi justru itu yang kerap luput dari pengawasan, padahal memiliki akses informasi dan peran strategis dalam manajemen fiskal dan operasional.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses