AtjehUpdate.com., Jakarta – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh mendesak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membuka kembali seluruh laporan pengaduan masyarakat di portal resmi WISE (wise.kemenkeu.go.id), setelah sang Menteri secara terbuka mengakui bahwa selama ini terdapat pegawai pajak dan bea cukai nakal yang dilindungi dari jeratan hukum.
Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Sayed Zahirshah menyebut, lembaganya sudah berulang kali melaporkan berbagai dugaan penyalahgunaan wewenang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, termasuk di masa kepemimpinan Kepala Bea dan Cukai Langsa kala itu, Sulaiman. Namun, laporan tersebut justru menghadapi hambatan serius dan tidak pernah ditindaklanjuti secara transparan.
“Kami melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran di era kepemimpinan Sulaiman di Bea Cukai Langsa, mulai dari lemahnya pengawasan kegiatan ekspor-impor hingga dugaan penyalahgunaan fasilitas kepabeanan. Tapi laporan kami malah ‘menghilang’ tanpa kejelasan tindak lanjut,” ujar Direktur Eksekutif Gadjah Puteh itu, Selasa (28/10).
Lebih ironis lagi, saat laporan itu belum ada tindak lanjutnya, Bea Cukai Langsa justru mendapat predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kemenpan RB.
“Ini sangat aneh. Di tengah banyak dugaan penyimpangan, justru diberi label WBBM. Ini seperti berkomplot untuk mengejek masyarakat. Bagaimana mungkin lembaga yang dilaporkan justru dipuji dengan predikat bersih dan melayani?” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Gadjah Puteh menilai penanganan kasus di internal Bea Cukai semakin ganjil karena Sulaiman yang semestinya dievaluasi justru kini dipromosikan menjadi Kepala Bidang yang menangani penyidikan dan penindakan pelanggaran kepabeanan dan cukai.
“Saat menjabat Kepala Bea Cukai Langsa saja tidak mampu menuntaskan kasus rokok ilegal dan mengungkap aktor intelektualnya, sekarang malah dipercaya menangani bidang penindakan. Ini bentuk nyata moral hazard yang dilestarikan,” tambahnya.





