Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Berita

Gadjah Puteh Apresiasi Amnesti dan Abolisi untuk Hasto dan Tom Lembong: Presiden Prabowo Tunjukkan Jiwa Kenegarawanan

115
×

Gadjah Puteh Apresiasi Amnesti dan Abolisi untuk Hasto dan Tom Lembong: Presiden Prabowo Tunjukkan Jiwa Kenegarawanan

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Tom Lembong sebagai langkah rekonsiliasi nasional yang diapresiasi oleh LSM Gadjah Puteh.
Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah, menyebut keputusan Presiden Prabowo memberikan amnesti dan abolisi sebagai wujud kenegarawanan dalam meredam polarisasi dan menjaga keutuhan bangsa.

“Presiden tidak sedang melemahkan hukum, justru beliau menunjukkan bahwa hukum tidak boleh menjadi instrumen politik balas dendam. Dalam negara demokratis, kritik dan oposisi adalah bagian dari sistem yang sehat. Tom Lembong dikenal sebagai tokoh reformis yang kritis, dan Hasto sebagai figur penting partai besar. Keputusan Presiden untuk mengampuni keduanya mengirimkan pesan kuat bahwa rekonsiliasi bukan slogan kosong, melainkan aksi nyata,” lanjut Zahirsyah.

Gadjah Puteh juga menanggapi polemik dan kritik dari sebagian kalangan, termasuk akademisi dan pegiat antikorupsi, yang menyebut pemberian amnesti dan abolisi berpotensi menciptakan preseden buruk. Namun menurut lembaga ini, risiko tersebut tidak sebanding dengan urgensi menjaga kohesi sosial pasca polarisasi Pemilu 2024.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

“Kami mengajak publik melihat konteks lebih luas. Negara ini sedang butuh pemulihan sosial. Polarisasi, kriminalisasi berbasis politik, hingga potensi kegaduhan hukum hanya bisa diakhiri jika ada keberanian moral dari pucuk pimpinan negara. Dan hari ini, Presiden Prabowo telah menunjukkan keberanian itu,” tegasnya.

Gadjah Puteh juga mengapresiasi pernyataan sejumlah tokoh seperti Presiden ke-7 Joko Widodo yang menyebut kebijakan ini adalah hak prerogatif Presiden yang dijamin konstitusi, serta pernyataan dari PPP dan pakar-pakar hukum yang melihat langkah ini sebagai bentuk “jalan damai untuk stabilitas.”

“Kami berharap ini menjadi sinyal bahwa politik Indonesia sedang bergeser dari pertarungan ego ke arah konsolidasi kebangsaan. Mari semua pihak, baik di pemerintahan maupun oposisi, berhenti memperuncing konflik dan mulai membangun jalan tengah demi Indonesia yang lebih utuh,” pungkas Sayed Zahirsyah.(red)

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses