“Ada tipe pejabat yang turun cuma buat foto-foto, bikin video, lalu upload Story WhatsApp (WA) seolah-olah sudah paling sibuk bekerja. Tujuannya cuma satu: biar dilihat Bupati, biar dianggap kerja. Padahal substansi penanganan bencananya nol besar. Ini mental Asal Bapak Senang (ABS) yang harus dibasmi,” kritiknya pedas.
LBH Kantara menilai, pejabat yang hanya mengandalkan pencitraan di status WhatsApp tanpa aksi nyata yang solutif, tidak layak dipertahankan. Hal ini justru melukai hati masyarakat yang sedang menderita akibat bencana.
“Bupati jangan mau dikelabui oleh laporan-laporan story WA itu. Cek langsung ke lapangan, tanya warga siapa yang benar-benar kerja. Pejabat model begini hanya jadi beban birokrasi. Kami minta dengan tegas: Copot pejabat yang hanya sibuk ngonten tapi tidak becus urus bencana!” pungkasnya.
LBH Kantara berharap peringatan ini menjadi atensi serius bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang agar pelayanan dan penanggulangan bencana bisa berjalan maksimal, bukan sekadar seremonial belaka.(red)





