AtjehUpdate.com., ACEH TAMIANG | 17 Januari 2026 – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kantara mendesak Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk segera mengevaluasi pola dan prioritas penanganan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
LBH Kantara menilai, intensitas pengiriman ribuan personel TNI-Polri dan sekolah kedinasan ke wilayah terdampak tidak akan cukup efektif apabila tidak dibarengi dengan dukungan alat berat dan armada teknis yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan yang kini semakin krusial.
Desakan itu menguat setelah Tito Karnavian diberitakan kembali meminta penambahan personel untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk mendorong keterlibatan TNI-Polri, IPDN, sekolah kedinasan, hingga personel tambahan dari agenda Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda) yang disebut akan tiba dalam waktu dekat.
Dalam pernyataannya, Tito juga menekankan bahwa penanganan akan lebih cepat bila jumlah personel diperbanyak, serta meminta dukungan perlengkapan perorangan hingga alat seperti dump truck, ekskavator, dan semprotan air untuk membantu kerja-kerja pembersihan.
Namun LBH Kantara menegaskan, Aceh Tamiang tidak hanya membutuhkan tambahan tenaga, melainkan langkah teknis yang lebih presisi dan terukur. Direktur LBH Kantara, Ajie Lingga, S.H., CGAP, menilai persoalan utama yang saat ini masih menghantui warga adalah sisa lumpur banjir yang mengeras dan menumpuk di lorong-lorong pemukiman padat penduduk.
Banyak gang sempit di perkampungan dan perumahan warga tidak mampu dijangkau alat berat standar, sehingga pembersihan berjalan lambat, tidak merata, dan berpotensi hanya menjadi pekerjaan setengah jalan.
Ajie Lingga meminta Ketua Satgas untuk segera mengirimkan alat berat berukuran kecil seperti ekskavator mini (beko mini) dan buldoser mini agar pengerukan lumpur dapat menjangkau gang-gang sempit yang menjadi pusat aktivitas warga sehari-hari.





