Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Bencana Alam

LBH Kantara Desak Satgas Tito: Alat Berat Masuk Gang dan Armada Penyemprot Debu Harus Ditambah

34
×

LBH Kantara Desak Satgas Tito: Alat Berat Masuk Gang dan Armada Penyemprot Debu Harus Ditambah

Sebarkan artikel ini
Ketua Satgas Mendagri Tito Karnavian disorot LBH Kantara terkait kebutuhan alat berat mini dan armada penyemprot debu untuk pemulihan Aceh Tamiang pascabanjir,
LBH Kantara mendesak Tito Karnavian agar pemulihan Aceh Tamiang tidak hanya menambah personel tetapi juga memperkuat alat berat mini, dump truck, dan water sprayer untuk atasi lumpur serta debu ekstrem,

Menurutnya, persoalan pascabanjir tidak cukup diselesaikan pada ruas jalan utama dan fasilitas umum saja, sebab titik paling berat justru berada di lingkungan padat penduduk yang menjadi tempat masyarakat bertahan hidup pascabencana. Ia juga menekankan pentingnya penambahan armada dump truck untuk mengangkut sampah, residu banjir, serta lumpur keluar dari kawasan terdampak, bukan hanya ditumpuk di pinggir jalan yang pada akhirnya memunculkan masalah baru bagi lingkungan dan kesehatan warga.

Lebih jauh, LBH Kantara mengingatkan Aceh Tamiang kini memasuki fase krisis lanjutan yang tak kalah berbahaya, yakni debu ekstrem. Sisa lumpur yang mengering di badan jalan telah berubah menjadi polusi debu pekat yang menutupi jarak pandang, mengganggu aktivitas warga, serta mengancam kesehatan pernapasan secara massal. Kondisi tersebut dinilai semakin membuktikan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada pengiriman personel semata, melainkan harus disertai armada khusus yang mampu meredam ancaman kesehatan dan keselamatan publik secara cepat.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Ajie Lingga menegaskan bahwa kebutuhan paling krusial saat ini adalah mobil tangki penyemprot debu atau water sprayer yang bekerja secara rutin pada jalur-jalur utama dan kawasan pemukiman. Menurutnya, penyiraman jalan bukan sekadar upaya memperindah wajah kota, tetapi tindakan darurat untuk menyelamatkan kesehatan masyarakat dari paparan debu yang sudah sangat mengkhawatirkan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya yang paling cepat terdampak.

LBH Kantara juga menyoroti bahaya serius bagi pengendara roda dua. Debu yang menebal dapat menutup pandangan mata pengendara dan memicu risiko kecelakaan. Sementara ketika hujan turun, kombinasi sisa debu dan lumpur yang belum terangkut akan berubah menjadi permukaan jalan yang sangat licin dan berpotensi memakan korban jiwa baru di jalan raya.

LBH Kantara mengingatkan bahwa pemulihan yang terlambat dan tidak tepat strategi justru dapat memunculkan kerugian lanjutan yang seharusnya bisa dicegah sejak awal melalui dukungan alat berat dan armada teknis yang memadai.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Melalui desakan ini, LBH Kantara meminta Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas untuk memastikan pemulihan Aceh Tamiang berjalan lebih realistis, berdampak, dan menyentuh kebutuhan rakyat secara langsung.

Ajie Lingga menegaskan, kerja besar pascabencana harus dimulai dari hal-hal paling krusial dan nyata di lapangan, mulai dari pembersihan gang pemukiman hingga pengendalian debu jalanan, agar masyarakat Aceh Tamiang dapat kembali menjalani kehidupan yang aman, sehat, dan manusiawi setelah bencana.(red)

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses