“Birokrasi bukan sekadar menjalankan administrasi, tetapi menjadi kekuatan yang menghadirkan harapan bagi masyarakat,” demikian pesan yang tercermin dalam isi surat tersebut.
Menutup suratnya, Rini menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara atas dedikasi, kesabaran, dan ketulusan mereka dalam mengabdi. Ia mengajak para ASN untuk terus menjadi cahaya bagi masyarakat serta tetap menjaga semangat pengabdian, meski tidak semua kerja keras selalu terlihat ataupun mendapatkan penghargaan.
Kepada Media, Rini mengaku tidak ada momen khusus yang mendorongnya menulis surat tersebut. Ia mengatakan hanya ingin menyapa para ASN yang selama ini bekerja jauh dari sorotan publik.
Selama perjalanan kariernya, Rini mengaku banyak bertemu aparatur yang bertugas di puskesmas, sekolah, kantor kecamatan, hingga berbagai daerah terpencil yang tetap hadir melayani masyarakat di tengah berbagai keterbatasan, namun jarang memperoleh ucapan terima kasih.
Karena itu, ia memilih menuliskan pesannya dengan tangan sendiri agar terasa lebih personal. Menurutnya, surat tersebut bukanlah sebuah kebijakan, melainkan ungkapan dari sesama insan yang sama-sama mengemban amanah sebagai pelayan negara.
Di sisi lain, Rini menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan reformasi birokrasi dan terbuka terhadap berbagai kritik sebagai bahan evaluasi. Namun, ia menilai memperbaiki sistem pemerintahan dan menghargai orang-orang yang bekerja di dalamnya merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan.
“Reformasi berjalan paling baik ketika ASN merasa dipercaya,” tegasnya.
Surat sederhana yang ditulis dengan tinta dan tulisan tangan itu pun mendapat perhatian luas di media sosial. Banyak ASN menyebut pesan tersebut menjadi penyemangat di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat di setiap sudut Negara Kesatuan Republik Indonesia.(red)





