AtjehUpdate.com,- Dalam perjalanan sebuah pemerintahan, kritik sering kali dianggap sebagai serangan, gangguan, bahkan ancaman terhadap kekuasaan. Padahal sesungguhnya, kritik dan oposisi adalah bagian penting dari denyut demokrasi yang sehat. Tanpa kritik, kekuasaan akan berjalan liar. Tanpa oposisi, pemerintah berpotensi kehilangan arah dan lupa kepada kepentingan rakyat yang sesungguhnya.
“Kami menegaskan, pengkritik bukanlah pembenci pemerintah. Oposisi bukan musuh negara. Justru mereka hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah, terhadap masyarakat, dan terhadap masa depan pemerintahan itu sendiri”, ujar Sayed Zahirsyah Almahdaly, Direktur Eksekutif Gadjah Puteh.
Orang yang masih mau mengkritik berarti masih memiliki harapan. Masih peduli. Masih ingin melihat daerah ini berjalan lebih baik. Sebab tidak semua orang berani menyampaikan kebenaran ketika kekuasaan mulai alergi terhadap kritik.
Yang berbahaya bukan kritik, tetapi ketika seluruh masyarakat dipaksa diam. Ketika pengawasan sosial dimatikan. Ketika orang-orang takut berbicara karena tekanan kekuasaan, intimidasi, atau stigma bahwa kritik dianggap kebencian.
Sesungguhnya, saat para pengkritik memilih diam dan menjadi apatis, itulah tanda paling mengkhawatirkan bagi sebuah pemerintahan. Sebab diamnya kritik menandakan hilangnya kepedulian publik. Ketika masyarakat tidak lagi mau mengingatkan, maka kekuasaan akan berjalan tanpa rem dan tanpa kontrol. Dari situlah kesalahan demi kesalahan akan tumbuh, membesar, lalu menyeret pemerintahan ke jurang kegagalan yang dalam.
Sejarah telah berkali-kali membuktikan, banyak kekuasaan runtuh bukan karena terlalu banyak kritik, tetapi karena terlalu sedikit orang yang berani berkata benar.
Kritik yang sehat sejatinya adalah vitamin demokrasi. Ia berfungsi mengingatkan ketika pemerintah mulai melenceng, mengoreksi ketika kebijakan tidak berpihak kepada rakyat, dan menjadi alarm ketika kekuasaan mulai disalahgunakan.
Karena itu, oposisi harus ditempatkan pada posisi yang terhormat dalam sistem pemerintahan. Oposisi bukan penghambat pembangunan. Oposisi adalah penyeimbang kekuasaan. Ia menjadi unsur penting yang menjaga agar pemerintah tidak terjebak dalam sikap merasa paling benar dan anti koreksi.





