Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Aceh

Seruway Tak Tenggelam, Pelayanan Justru Lumpuh: LBH Kantara Minta Bupati Tindak Tegas

56
×

Seruway Tak Tenggelam, Pelayanan Justru Lumpuh: LBH Kantara Minta Bupati Tindak Tegas

Sebarkan artikel ini
“Tim SAR mengevakuasi korban banjir dan longsor di Aceh saat layanan kesehatan lumpuh dan warga mengungsi ke tenda darurat di berbagai kecamatan.”
Data BNPB mencatat 391 korban meninggal akibat banjir–longsor Aceh. Meski Seruway tidak tenggelam, pelayanan publik tetap lumpuh. LBH Kantara meminta Bupati Aceh Tamiang mengevaluasi kepemimpinan camat.

Selain itu, kelangkaan air bersih semakin mengancam kesehatan masyarakat. LBH Kantara menyebut bahwa PDAM terdekat sebenarnya memiliki genset, sehingga pasokan air bersih bisa segera diaktifkan meski listrik belum pulih sepenuhnya. Jika PDAM difungsikan, warga tidak perlu lagi berebut bantuan air dan dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Bagi LBH Kantara, ini merupakan langkah sederhana namun berdampak besar yang seharusnya sudah dikerjakan pemerintah kecamatan sejak awal.

Berdasarkan data BNPB terbaru yang dirilis pada 10 Desember 2025, jumlah korban bencana banjir–longsor di Aceh meningkat tajam, dengan total 391 jiwa meninggal dunia, 31 orang masih hilang, dan sekitar 4.300 warga mengalami luka-luka. Lonjakan angka ini menunjukkan skala bencana yang jauh lebih besar dari laporan awal. Korban meninggal tersebar di sejumlah daerah, dengan Aceh Utara menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 138 korban jiwa, disusul Aceh Tamiang 58 korban dan Aceh Timur 48 korban. Korban lainnya tercatat di Bener Meriah 37 jiwa, Bireuen 29 jiwa, Pidie Jaya 28 jiwa, Aceh Tengah 23 jiwa, Aceh Tenggara 12 jiwa, Gayo Lues 5 jiwa, Langsa 5 jiwa, Lhokseumawe 4 jiwa, Subulussalam 2 jiwa, serta Nagan Raya dan Pidie masing-masing 1 jiwa. Situasi ini menegaskan bahwa Aceh tengah menghadapi bencana kemanusiaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Iklan
Iklan

Situasi menyedihkan ini menunjukkan betapa layanan dasar publik khususnya kesehatan dan air bersih sangat membutuhkan kehadiran aparatur yang cepat dan sigap agar masyarakat tidak semakin terpuruk di tengah bencana yang memporak-porandakan hampir seluruh wilayah Aceh.(red)

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses