Aksi ini menambah daftar panjang protes masyarakat, tokoh sipil, dan organisasi lokal terhadap manajemen holding PTPN, yang dinilai mengabaikan aspirasi daerah dan rekomendasi resmi dari pemimpin Aceh. Keberadaan pimpinan yang bukan putra daerah juga dipandang sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap semangat otonomi daerah dan pemberdayaan lokal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PTPN IV atau PalmCo terkait aksi terbaru ini. Namun situasi ini semakin menegaskan adanya krisis kepercayaan antara masyarakat Aceh dengan jajaran manajemen perusahaan perkebunan milik negara tersebut.(tim/red)





