“Seharusnya dana zakat diprioritaskan kepada anak yatim, fakir miskin, dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Tetapi yang terlihat saat ini justru cenderung lebih banyak diberikan kepada kolega atau orang-orang tertentu saja,” kata sumber lainnya.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat bahwa dana zakat yang dititipkan oleh para pengusaha tidak sepenuhnya sampai kepada mereka yang berhak menerimanya.
Sejumlah kalangan pun berharap agar pengelolaan zakat oleh Baitul Mal Kota Langsa dapat dilakukan secara lebih transparan, terbuka, dan akuntabel agar kepercayaan masyarakat kembali pulih serta penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.
Terpisah, Ketua Komsioner Baitul Mal Kota Langsa, Qausar, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp menjawab sedang rapat. Hingga berita ini tayang tidak ada pernyataan resmi dari pihak Baitul Mal.(red)





