Informasi yang dihimpun AtjehUpdate.com, anak tersebut tinggal di kawasan Sungai Paoh, Kota Langsa. Warga sekitar mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami korban dan berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan penanganan yang lebih manusiawi dan sesuai standar perlindungan anak.
Aktivis sosial dan pemerhati anak di Langsa ini menilai pemasungan dalam bentuk apa pun merupakan pelanggaran terhadap hak anak. Mereka mendesak Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait untuk melakukan asesmen menyeluruh dan memberikan pendampingan, termasuk layanan medis, rehabilitasi, dan bantuan sosial bagi keluarga.
“Anak dengan kebutuhan khusus seharusnya mendapatkan perawatan dan perlindungan, bukan dikurung atau dirantai. Negara harus hadir,” kata Sayed.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Langsa belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penanganan kasus tersebut. Warga berharap ada respons cepat agar anak tersebut dapat memperoleh perawatan yang layak dan bermartabat sesuai hak-haknya sebagai anak.(red)





