AtjehUpdate.com., Banda Aceh – Meskipun berasal dari Aceh, hampir sepertiga produk ekspor daerah justru dikirim melalui pelabuhan di Provinsi Sumatera Utara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menunjukkan, pengiriman barang ke pasar internasional masih banyak memanfaatkan pelabuhan di luar Aceh, sementara sebagian besar sisanya baru diekspor langsung melalui pelabuhan yang berada di wilayah Aceh.
Berdasarkan data BPS, dari total nilai ekspor barang asal Aceh pada Mei 2026 sebesar sekitar US$52,88 juta, sekitar 70 persen diekspor melalui pelabuhan di Aceh, sedangkan hampir 30 persen lainnya dikirim melalui pelabuhan di Sumatera Utara. Kondisi ini menunjukkan bahwa jalur logistik ekspor Aceh masih bergantung pada infrastruktur pelabuhan di provinsi tetangga.
Komoditas yang diekspor masih didominasi batu bara, kopi dan rempah-rempah, serta sejumlah komoditas unggulan lainnya. Produk-produk tersebut selanjutnya dikirim ke berbagai negara tujuan utama seperti India, Amerika Serikat, Tiongkok, Vietnam, dan Jepang yang secara bersama-sama menyerap hampir 90 persen nilai ekspor Aceh pada Mei 2026.
Masih besarnya penggunaan pelabuhan di luar Aceh menjadi gambaran bahwa rantai logistik ekspor daerah belum sepenuhnya terpusat di dalam provinsi. Bagi pelaku usaha, pemilihan pelabuhan biasanya mempertimbangkan faktor efisiensi, jadwal pelayaran, kapasitas bongkar muat, hingga ketersediaan rute kapal menuju negara tujuan.





