2. Jalan TM Bahrum, Langsa.
Sampah dan sedimen banjir mengendap cukup tebal di sepanjang badan jalan dan drainase. Pembersihan dilakukan untuk mencegah bau tidak sedap serta menghindari potensi penyumbatan saluran .

3. Titik-titik drainase yang tersumbat
Beberapa gorong-gorong yang dipenuhi sampah, botol plastik, kayu, serta material lain dibuka dan dikeruk untuk melancarkan kembali aliran air.
Upaya Pemulihan Lingkungan Berlanjut
Sekretaris DLH Jamil Gade menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan sampah dan sedimentasi pasca banjir. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke dalam parit atau bahu jalan, terutama pada kondisi cuaca ekstrem.
“Kerja ini tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Kita sama-sama menjaga lingkungan agar pasca banjir ini tidak menjadi pemicu persoalan baru seperti penyakit dan sumbatan drainase,” ujarnya.
DLH Kota Langsa juga memastikan bahwa koordinasi dengan seluruh unsur pemerintah, TNI, dan relawan akan dilanjutkan dalam rangka percepatan pemulihan kota.(red)





