“Ini sangat tidak masuk akal! Bagaimana mungkin dalam waktu satu tahun bisa memiliki sekian banyak properti? Kami menuntut transparansi penuh atas sumber dana pembelian aset-aset ini, dan KPK harus segera menelusuri apakah ada indikasi korupsi atau gratifikasi,” tegas Said Zahirsyah.
Selain itu, sektor kendaraan pribadi juga menunjukkan peningkatan mencolok. Pada tahun 2021, Syahriadi hanya memiliki tiga mobil, tetapi dalam dua tahun berikutnya koleksinya bertambah, termasuk kendaraan mewah seperti Harley Davidson Fatboy dan Mitsubishi Pajero, yang harganya tidak murah.
LSM Gadjah Puteh menilai bahwa jika tidak ada klarifikasi yang memadai dari pihak terkait, maka ada dugaan kuat bahwa kekayaan yang dilaporkan ini tidak sepenuhnya berasal dari sumber yang sah. Oleh karena itu, mereka menyerukan KPK untuk segera melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan proyek-proyek BUMN yang dikelola Syahriadi Siregar.
“Kami tidak ingin ada lagi pejabat yang memperkaya diri sendiri dari uang rakyat. Jika ada indikasi ketidakwajaran dalam LHKPN ini, KPK harus segera mengambil langkah hukum tegas! Kami juga meminta BUMN melakukan evaluasi internal untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang dalam pemberian jabatan dan promosi,” tutup Said Zahirsyah.
Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari KPK maupun Kementerian BUMN, LSM Gadjah Puteh menyatakan akan mengajukan laporan resmi ke aparat penegak hukum dan melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut transparansi di tubuh perusahaan pelat merah tersebut.
(Redaksi – Investigasi LSM Gadjah Puteh)





