Temuan ini menimbulkan keraguan soal integritas dalam penerapan standar keberlanjutan di perusahaan. Praktik manipulatif seperti ini tidak hanya merugikan para pekerja yang dipaksa bekerja tanpa perlindungan, tetapi juga membahayakan citra dan kelangsungan bisnis perusahaan secara keseluruhan.
Pihak manajemen kebun dan vendor terkait hingga kini belum memberikan tanggapan resmi.(red)
Iklan
Iklan





