AtjehUpdate.com, Jakarta – Pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah menghadapi tantangan besar dalam melakukan bersih-bersih institusi keuangan negara, khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Meski pucuk pimpinan kini dipegang oleh Letjen TNI (Purn.) Jaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea Cukai menggantikan Askolani, LSM Gadjah Puteh menduga masih ada kekuatan lama yang tertanam rapi dan sangat kuat di tubuh institusi ini.
Dugaan ini mengarah kepada jaringan loyalis Heru Pambudi, mantan Dirjen Bea Cukai dan kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. LSM Gadjah Puteh menduga bahwa jaringan ini didominasi oleh alumni STAN Angkatan IV, dan bahwa mereka telah lama membentuk kekuatan internal yang solid, menduduki banyak posisi strategis baik di pusat maupun di kantor wilayah.
Nama Susiwijono Moegiarso, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kemenko Perekonomian, juga disebut-sebut dalam berbagai forum sebagai figur yang memiliki relasi kebijakan yang erat dengan kelompok yang sama. Kendati belum ada pernyataan resmi, struktur jabatan dan pola persebaran kekuasaan menunjukkan keterkaitan logis yang layak dikritisi.
Berikut daftar pejabat yang menurut pemetaan Gadjah Puteh, berpotensi menjadi bagian dari kelompok loyalis tersebut:
1. Susiwijono Moegiarso – Sekretaris Jenderal Kemenko Perekonomian
2. Susila Brata – Direktur Teknis Kepabeanan
3. Priyono Triatmojo – Direktur Keberatan Banding dan Peraturan
4. Nugroho Wahyu Widodo – Tenaga Pengkaji Pengawasan dan Penegakan Hukum
5. Gatot Sugeng Wibowo – Kepala KPU Bea Cukai Soekarno-Hatta
6. Imik Eko Putro – Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat
7. Agus Yulianto – Kepala Kanwil DJBC Sumatera Bagian Timur
8. Rusman Hadi – Kepala Kanwil DJBC Jakarta
9. Akhmad Rofiq – Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DI Yogyakarta





