AtjehUpdate.com,- Langsa | Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh mendesak Komisi VI DPR RI untuk segera turun ke Kota Langsa, Aceh, guna menindaklanjuti berbagai persoalan yang terjadi di tubuh PTPN I pasca penggabungan ke dalam Holding PTPN IV Regional 6. Senin (9/06).
Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Almahdaly, menyatakan bahwa sejak holdingisasi dan manajemen terpusat di bawah PTPN IV Regional 6, terjadi berbagai ketimpangan, penyusutan peran lokal, serta kerugian yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan daerah.
“Holding ini bukan hanya berdampak pada buruknya kinerja dan tata kelola, tapi juga telah menggerus marwah dan harga diri masyarakat Aceh. PTPN I adalah entitas bersejarah dan simbol ekonomi rakyat Aceh, dan kini justru dikebiri oleh sistem manajemen yang tidak peka terhadap kearifan lokal,” tegasnya.
Gadjah Puteh menilai bahwa kebijakan holding yang memusatkan seluruh kontrol di luar Aceh telah mengabaikan konteks sosial-budaya lokal, serta menutup ruang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan aset negara yang berada di wilayahnya sendiri.
Untuk itu, LSM Gadjah Puteh secara resmi meminta Komisi VI DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian BUMN agar:





