Ironisnya, pemimpin seperti ini sering tampil seolah paling peduli kepada rakyat. Mereka pandai berbicara di depan kamera, rajin membuat slogan, tetapi minim tindakan nyata. Di balik senyum dan pidato manis, banyak penderitaan masyarakat yang sengaja diabaikan.
Rakyat sebenarnya tidak membutuhkan pemimpin yang sempurna. Rakyat hanya membutuhkan pemimpin yang mau mendengar, rendah hati, jujur, dan memiliki keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Karena sehebat apa pun sebuah daerah, jika dipimpin oleh orang yang tamak dan arogan, maka kehancuran hanya tinggal menunggu waktu.
Sebaliknya, daerah yang sederhana sekalipun akan mampu bangkit jika dipimpin oleh orang yang amanah dan takut kepada Tuhan.
Oleh sebab itu, masyarakat harus mulai sadar bahwa memilih pemimpin bukan sekadar soal popularitas, uang, atau pencitraan. Memilih pemimpin adalah menentukan masa depan rakyat banyak.
Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban dari kesombongan penguasa yang lupa bahwa jabatan hanyalah titipan sementara.
Sebab pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat seberapa lama seseorang berkuasa, tetapi bagaimana ia memperlakukan rakyatnya ketika memiliki kekuasaan.(redaksi)





