Jangan Ulangi Luka Lama
Nasruddin juga mengingatkan BPMA agar tidak mengulang luka sejarah Aceh dalam pengelolaan migas. Ia menekankan bahwa lahirnya BPMA adalah hasil perjuangan damai antara Aceh dan pemerintah pusat.
“Konflik dulu salah satunya karena pengelolaan gas Arun oleh Exxon yang tidak adil. Jangan sampai BPMA justru mengembalikan Aceh ke masa kelam itu,” ujarnya.
Awasi Proyek Migas & Efisiensi Biaya
Khusus kepada DPR Aceh, Nasruddin mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BPMA. Ia menuntut agar proyek-proyek migas yang disetujui diaudit, dan skema cost recovery dievaluasi secara ketat.
“Kalau biaya operasional terlalu tinggi tapi hasilnya nol, maka Aceh tidak mendapat apa-apa. Jangan sampai kita terus tertipu oleh kita sendiri,” tutup Nasruddin.(red)





