Contoh Sunnah Fi’liyah dalam Kehidupan Sehari-hari
Banyak sunnah fi’liyah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, saat makan, Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan dengan tangan kanan, membaca basmalah sebelum makan, dan menghabiskan makanan yang ada di piring. Beliau juga mengajarkan untuk selalu mengucapkan salam ketika bertemu orang lain, menjaga lisan dari perkataan yang buruk, dan senantiasa berbuat baik kepada sesama.
Poin-Poin Penting dalam Mengikuti Sunnah Fi’liyah
- Memahami maksud dan tujuan dari setiap sunnah fi’liyah.
- Mencari ilmu dan referensi yang sahih tentang sunnah fi’liyah.
- Berusaha untuk mengamalkan sunnah fi’liyah secara konsisten.
- Tidak meninggalkan sunnah fi’liyah yang telah mampu dikerjakan.
- Berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam mengamalkan sunnah.
Ilustrasi Sunnah Fi’liyah: Menyambut Tamu
Bayangkan sebuah keluarga sedang menyambut tamu di rumah. Mereka menyambut tamu dengan senyum ramah, menawarkan minuman dan makanan, serta menyediakan tempat duduk yang nyaman. Mereka juga mendengarkan dengan penuh perhatian ketika tamu bercerita dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan tamu tersebut. Perilaku ini mencerminkan sunnah Rasulullah SAW yang selalu menyambut tamu dengan baik dan menghormati mereka. Sikap tersebut menunjukkan akhlak mulia dan mempererat tali silaturahmi.
Sunnah Taqririyah (Sunnah Pembiaran)
Para ulama telah mengklasifikasikan sunnah Nabi Muhammad SAW menjadi tiga bentuk, salah satunya adalah sunnah taqririyah atau sunnah pembiaran. Sunnah ini merujuk pada tindakan Nabi yang membiarkan para sahabat melakukan suatu perbuatan tanpa melarang, padahal beliau mengetahui perbuatan tersebut. Pembiaran ini memiliki konsekuensi hukum tertentu dan perlu dipahami dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dalam penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sunnah taqririyah merupakan salah satu sumber hukum Islam yang penting. Pemahaman yang tepat terhadap sunnah ini akan membantu umat Islam dalam menjalankan ajaran agama dengan lebih baik dan menghindari kesalahpahaman.
Definisi Sunnah Taqririyah
Sunnah taqririyah secara harfiah berarti sunnah yang berupa pembiaran. Ini mengacu pada sikap Nabi Muhammad SAW yang diam atau membiarkan para sahabat melakukan suatu amalan atau perbuatan tanpa memberikan larangan, meskipun beliau mengetahui perbuatan tersebut. Ketidaklarangan Nabi ini menunjukkan bahwa amalan tersebut dibenarkan atau setidaknya tidak dilarang dalam Islam. Syarat pentingnya adalah Nabi mengetahui perbuatan tersebut dan memiliki kapasitas untuk melarangnya jika perbuatan tersebut tidak dibenarkan.
Contoh Sunnah Taqririyah
Beberapa contoh sunnah taqririyah dapat memberikan gambaran yang lebih jelas. Berikut beberapa contohnya:
- Pembiaran Nabi terhadap para sahabat yang berbuka puasa di bulan Ramadhan karena sakit atau dalam perjalanan jauh. Hal ini menunjukkan bahwa berbuka puasa karena udzur (alasan syar’i) dibolehkan.
- Pembiaran Nabi terhadap para sahabat yang membaca Al-Qur’an dengan tartil (pelan-pelan) atau tajwid (dengan kaidah-kaidah bacaan). Hal ini menunjukkan bahwa cara membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tajwid merupakan amalan yang dianjurkan.
- Pembiaran Nabi terhadap para sahabat yang melakukan shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu. Hal ini menunjukkan bahwa shalat sunnah rawatib merupakan amalan yang dianjurkan.
Memahami dan Menerapkan Sunnah Taqririyah
Memahami dan menerapkan sunnah taqririyah dengan tepat membutuhkan kehati-hatian. Tidak semua pembiaran Nabi dapat dianggap sebagai sunnah taqririyah. Perlu dipastikan bahwa Nabi memang mengetahui perbuatan tersebut dan memiliki kapasitas untuk melarangnya. Selain itu, perlu juga memperhatikan konteks dan situasi di mana pembiaran tersebut terjadi. Interpretasi yang keliru dapat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan penyimpangan ajaran agama.
Pentingnya Memahami Sunnah Taqririyah
Memahami sunnah taqririyah sangat penting karena merupakan salah satu sumber hukum Islam. Dengan memahami sunnah ini, kita dapat mengetahui amalan-amalan mana yang dibenarkan atau setidaknya tidak dilarang dalam Islam. Pemahaman yang benar akan membantu kita dalam menjalankan ajaran agama dengan lebih baik dan menghindari kesalahpahaman.
Perbedaan Sunnah Taqririyah dengan Sunnah Lain, Pada umumnya para ulama mengklasifikasikan bentuk sunnah menjadi tiga yaitu
Sunnah taqririyah berbeda dengan sunnah qauliyah (sunnah perkataan) dan sunnah fi’liyah (sunnah perbuatan). Sunnah qauliyah adalah sunnah yang disampaikan melalui perkataan Nabi, sedangkan sunnah fi’liyah adalah sunnah yang disampaikan melalui perbuatan Nabi. Sunnah taqririyah, di sisi lain, disampaikan melalui pembiaran Nabi terhadap suatu perbuatan.
Implementasi Ketiga Bentuk Sunnah dalam Kehidupan Sehari-hari
Para ulama mengklasifikasikan sunnah menjadi tiga bentuk: sunnah muakkadah, sunnah ghairu muakkadah, dan sunnah qauliyah. Pemahaman dan pengamalan ketiga bentuk sunnah ini sangat penting dalam kehidupan seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keberkahan dunia dan akhirat. Penerapannya tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk muamalah dan sosial.
Ketiga bentuk sunnah tersebut memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam membentuk kepribadian dan perilaku seorang muslim yang kaffah. Memahami perbedaannya akan membantu kita dalam mengamalkannya dengan lebih tepat dan efektif.
Contoh Penerapan Ketiga Bentuk Sunnah dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut beberapa contoh penerapan ketiga bentuk sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Contoh-contoh ini bertujuan untuk memberikan gambaran praktis bagaimana kita dapat mengimplementasikannya dalam aktivitas rutin.
- Sunnah Muakkadah: Shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu merupakan contoh sunnah muakkadah. Konsistensi dalam mengerjakannya menunjukkan kesungguhan kita dalam beribadah. Contoh lain adalah membaca Al-Quran setiap hari, minimal beberapa ayat.
- Sunnah Ghairu Muakkadah: Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW setelah shalat merupakan contoh sunnah ghairu muakkadah. Meskipun tidak sekuat sunnah muakkadah, amalan ini tetap dianjurkan dan memiliki pahala.
- Sunnah Qauliyah: Menggunakan doa-doa yang diajarkan Nabi SAW dalam kehidupan sehari-hari, seperti doa sebelum makan, merupakan contoh sunnah qauliyah. Amalan ini menanamkan nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitas kita.
Manfaat Mengamalkan Ketiga Bentuk Sunnah
Mengamalkan ketiga bentuk sunnah memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan seorang muslim, baik di dunia maupun di akhirat. Manfaat tersebut meliputi:
- Peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
- Ketenangan jiwa dan hati.
- Kesehatan jasmani dan rohani.
- Kemudahan dalam menjalani kehidupan.
- Menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Panduan Praktis Mengaplikasikan Ketiga Bentuk Sunnah
Berikut panduan praktis untuk mengaplikasikan ketiga bentuk sunnah dalam kehidupan sehari-hari:
- Mulailah dengan sunnah-sunnah yang mudah dan bertahap meningkatkannya.
- Buat jadwal atau rutinitas untuk melaksanakan sunnah-sunnah tersebut.
- Bergabung dengan komunitas atau kelompok yang senantiasa mengamalkan sunnah.
- Berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT untuk istiqomah.
Tips untuk Memudahkan Pemahaman dan Pengamalan Ketiga Bentuk Sunnah
Berikut beberapa tips yang dapat membantu memudahkan pemahaman dan pengamalan ketiga bentuk sunnah:
- Belajar dari sumber-sumber yang terpercaya, seperti kitab-kitab hadits dan tafsir Al-Quran.
- Berdiskusi dengan ulama atau guru agama yang berkompeten.
- Memanfaatkan teknologi, seperti aplikasi-aplikasi Islami yang dapat membantu mengingatkan kita untuk melaksanakan sunnah.
Ringkasan Penerapan Ketiga Bentuk Sunnah dalam Berbagai Aspek Kehidupan
| Aspek Kehidupan | Sunnah Muakkadah | Sunnah Ghairu Muakkadah | Sunnah Qauliyah |
|---|---|---|---|
| Ibadah | Shalat sunnah rawatib, membaca Al-Quran | Shalawat setelah shalat, dzikir pagi dan petang | Doa sebelum dan sesudah makan, doa masuk dan keluar rumah |
| Muamalah | Menepati janji, bersikap jujur | Memberi hadiah kepada kerabat | Ucapan salam, meminta maaf |
| Sosial | Silaturahmi, berbuat baik kepada tetangga | Menjenguk orang sakit | Berkata baik, menasehati dengan hikmah |
Penutup

Memahami pengklasifikasian sunnah menjadi tiga bentuk—qauliyah, fi’liyah, dan taqririyah—memberikan kerangka yang jelas dalam memahami dan mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW. Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ibadah, muamalah, maupun aspek sosial lainnya, akan membawa keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga uraian ini memberikan pemahaman yang lebih baik dan mendorong kita untuk senantiasa mengamalkan sunnah Rasulullah.





