Ratusan warga juga menutup akses masuk ke kantor perusahaan hingga pukul 23.30 WIB. Aparat kepolisian dari Polres Aceh Utara dan Polsek Cot Girek berjaga ketat untuk mengantisipasi bentrokan. Meski tidak terjadi insiden besar, aksi ini menunjukkan rapuhnya hubungan antara masyarakat Cot Girek dan manajemen PTPN IV. Hingga kini, tuntutan warga masih menguat dan menunggu respons tegas dari perusahaan maupun pemerintah daerah.
Kapolsek Cot Girek, Iptu Ade Syahputra, saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi demonstrasi warga. Namun, ia membantah isu pencurian sawit yang sempat beredar.
“Memang ada kabar soal pencurian, tetapi itu tidak benar. Hingga saat ini tidak ada laporan resmi ke kepolisian terkait dugaan pencurian tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, akar persoalan lebih kepada sengketa lahan antara pihak perusahaan dengan masyarakat sekitar, khususnya warga yang berbatasan langsung dengan areal perkebunan.
“Informasi sementara yang dapat kami sampaikan, masalah ini murni terkait lahan. Adapun isu pencurian, belum ada data maupun laporan resmi,” pungkasnya.
Sementara itu, Manajer PTPN IV Regional 6 Cot Girek, Khairullah, saat dihubungi menyatakan bahwa tuntutan masyarakat sudah mulai ditindaklanjuti. Ia mengungkapkan, asisten kepala (Askep) yang menjadi sorotan warga telah dipindahkan tugas ke kantor pusat PTPN IV di Langsa per hari ini.(tim)





