Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Opini

Warisan Feodal Bea Cukai Langsa: Jejaring Era Sulaiman dan LHKPN Para Penjaganya

117
×

Warisan Feodal Bea Cukai Langsa: Jejaring Era Sulaiman dan LHKPN Para Penjaganya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Bea Cukai Langsa dan sorotan publik terhadap warisan feodal era Sulaiman serta data LHKPN pejabat yang disebut
LSM Gadjah Puteh mengkritisi warisan feodal di Bea Cukai Langsa dengan menyoroti jejaring era Sulaiman serta mengintip isi LHKPN pejabat-pejabat yang disebut sebagai bagian dari pola lama.

Rekam LHKPN Pitra memperlihatkan lintasan yang terdokumentasi antara lain pada laporan khusus awal menjabat tahun 2018 total harta Rp1.928.658.148, periodik 2019 total harta Rp2.439.108.832 dengan kekayaan bersih Rp1.767.377.103, awal menjabat tahun 2023 total harta Rp2.705.842.858 dengan kekayaan bersih Rp2.125.457.207, periodik 2023 kekayaan bersih Rp2.087.996.942, dan periodik 2024 kekayaan bersih Rp2.308.129.573. Pada dokumen tersebut aset tanah dan bangunan tercatat Rp2.400.000.000 di Jakarta Timur, alat transportasi terdata sekitar Rp119.000.000–Rp147.000.000, serta kas yang berfluktuasi antara Rp94.382.593, Rp131.842.858, hingga Rp102.572.310.

Kesan ini makin kuat ketika melihat contoh kasus penindakan terbaru. Pada 12 Agustus 2025 Bea Cukai Langsa bersama Satgas Penyelundupan Kanwil DJBC Aceh Karantina Aceh dan Sumut Polri serta unsur TNI menggagalkan pemasukan 7 koli berisi ratusan unggas impor ilegal di wilayah Aceh Tamiang. Dua orang diamankan, barang bukti diserahkan ke karantina, dan pemusnahan dilakukan di Kualanamu. Nilai barang disebut sekitar Rp528.000.000. Fakta ini patut dicatat, namun publik kembali bertanya mengapa aktor intelektual di balik jejaring belum terungkap sebab pola penindakan sering berhenti pada kurir atau sopir.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Pertanyaan serupa muncul pada penindakan rokok ilegal merek ABI pada 8 Juni 2025 yang pertama kali digagalkan masyarakat di Simpang Kelana Aceh Tamiang. Ratusan dus diserahkan ke Bea Cukai Langsa untuk penyelidikan lebih lanjut, tetapi informasi lanjutan ke publik belum jelas. Pemberitaan jejaring menegaskan bahwa rokok ilegal tetap marak beredar sehingga pemusnahan berkala belum cukup sebagai terapi kejut. Ini memperkuat kebutuhan transparansi proses dari hulu sampai hilir, bukan hanya seremoni pemusnahan.

Rangkaian persepsi dan temuan di atas menunjukkan bahwa siapa pun kepala kantor yang datang ritme lama tetap berdetak. Panggung konferensi pers menyala tetapi publik jarang mendapat paparan rinci tentang tindak lanjut perkara, nilai kerugian negara, status penuntutan, serta pelajaran kebijakan yang lahir dari operasi lapangan. Ukuran kinerja menjadi timpang jika hanya bertumpu pada angka tangkapan. Indikator lain seperti edukasi kepatuhan, kualitas layanan, dan penargetan berbasis risiko harus tampil ke ruang publik secara periodik.

Kami menyerukan kepada Direktur Jenderal baru yang berasal dari luar Bea Cukai untuk menjadikan momentum ini sebagai jalan pembenahan menyeluruh. Jangan biarkan arus pembaruan terseret jejaring angkatan alumni kelas pagi yang menyingkirkan kelas siang atau lingkaran orang lama yang menjelma menjadi budaya klub. Diperlukan tangan besi yang adil, sosok yang berani memutus lingkaran sempit tanpa tebang pilih. Publik sering membayangkan disiplin setegas figur militer seperti Letjen Djaka. Esensinya bukan mengganti wajah di panggung, melainkan membongkar struktur dan prosedur yang memungkinkan panggung itu berulang tanpa akuntabilitas.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Pembenahan yang kami dorong bersifat teknokratis dan dapat diuji. Lakukan audit tata kelola sumber daya manusia secara menyeluruh pada pos taktis. Tetapkan masa jeda bagi mereka yang terlalu lama menghuni fungsi sensitif. Wajibkan rotasi lintas seksi sebelum menduduki kursi kunci. Perkuat kanal pelaporan pelanggaran yang independen dengan waktu layanan yang jelas. Hadirkan rilis pasca operasi yang memuat status proses hukum sampai tuntas. Publikasikan indikator kinerja di luar angka tangkapan agar publik melihat seluruh spektrum kerja Bea Cukai dari pencegahan dan edukasi sampai peningkatan layanan.

Opini ini adalah kontrol sosial dari LSM Gadjah Puteh. Penyebutan nama dan jabatan dimaksudkan sebagai dorongan verifikasi, audit, dan pembenahan sistem, bukan penghakiman personal. Kami membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari pihak-pihak yang disebut serta mendorong otoritas berwenang melakukan pemeriksaan yang adil. Publik berhak atas lembaga yang bersih, akuntabel, dan modern. Jika panggung ingin tetap menyala, biarkan ia menerangi proses penegakan hukum yang transparan dari hulu sampai hilir, bukan sekadar memendarkan kilau sesaat yang mengaburkan akar masalah.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses