Gadjah Puteh berharap Kepala KPPBC Langsa yang baru, Dwi Harmawanto, dapat mengemban amanah dengan pendekatan kerja yang lebih terbuka, partisipatif, dan humanis.
“Pejabat baru harus menghentikan praktik birokrasi tertutup dan feodal yang selama ini kami soroti. Kami dorong agar Bea Cukai Langsa menjalin sinergi tak hanya dengan aparat penegak hukum, tapi juga LSM, media, dan elemen masyarakat lainnya,” kata Sayed.
Menurutnya, masyarakat tidak lagi menilai keberhasilan hanya dari jumlah penindakan, melainkan dari transparansi proses, kemauan membuka akses informasi, dan komitmen untuk tidak bermain mata dengan pelaku pelanggaran hukum.
Banyak PR Ditinggalkan oleh Kepala Sebelumnya Sulaiman
Meskipun menyambut baik mutasi ini, Gadjah Puteh mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang ditinggalkan oleh Sulaiman, termasuk dugaan tangkap-lepas kendaraan pengangkut rokok ilegal, lemahnya publikasi penindakan, dan tidak adanya laporan yang komprehensif kepada publik.
“Kami tekankan bahwa pergantian ini hanyalah awal. PR besar masih menanti penyelesaian. Kepala kantor yang baru harus berani memutus mata rantai kekeliruan lama dan membangun sistem pengawasan yang jujur serta efektif,” tutup Sayed.(red)





