AtjehUpdate.com,- Langsa | Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) menilai pernyataan Wali Kota Langsa Jeffry Sentana, saat memberikan keterangan kepada masyarakat dalam kegiatan penyaluran bantuan di Kantor Pos Langsa, Sabtu (20/6/2026), yang menyebut agar masyarakat tidak mendengarkan “barisan sakit hati, caleg yang kalah, dan calon wali kota yang kalah yang memanas-manasi untuk membuat provokasi” merupakan pernyataan yang kurang tepat disampaikan oleh seorang kepala daerah.
Ketua FPRM, Nasuddin, mengatakan bahwa seorang wali kota adalah pemimpin seluruh masyarakat, bukan lagi representasi kelompok politik tertentu. Karena itu, setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik seharusnya mencerminkan sikap yang mempersatukan, bukan justru berpotensi membangun stigma terhadap kelompok yang pernah berbeda pilihan politik.
“Kalau memang ada pihak yang melakukan provokasi atau menyebarkan informasi yang tidak benar, silakan dijelaskan kepada publik disertai fakta dan bukti. Namun, jangan sampai kritik terhadap pemerintah langsung dipersepsikan sebagai ulah ‘barisan sakit hati’. Kritik merupakan hak masyarakat dan dijamin dalam sistem demokrasi,” tegas Nasuddin.
Menurut FPRM, penggunaan istilah tersebut berpotensi menimbulkan kesan bahwa setiap pihak yang mengkritik pemerintah berasal dari kelompok politik yang kalah. Padahal, kritik bisa datang dari masyarakat biasa, akademisi, aktivis, organisasi masyarakat, maupun tokoh-tokoh yang menginginkan pemerintahan berjalan lebih baik.





