FPRM mengingatkan bahwa pemimpin yang demokratis tidak perlu khawatir terhadap kritik. Justru kritik harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Kami berharap Wali Kota Langsa lebih mengedepankan bahasa yang merangkul seluruh lapisan masyarakat. Setelah Pilkada selesai, tidak ada lagi istilah kubu pemenang ataupun kubu yang kalah. Yang ada hanyalah masyarakat Langsa yang sama-sama berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah.”
FPRM juga mengajak seluruh masyarakat agar tetap menyampaikan kritik secara santun, berdasarkan data dan fakta, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan membuka ruang dialog yang sehat sehingga setiap kritik dapat dijawab dengan transparansi, kerja nyata, dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.(red)





