“Jangan sampai setelah kemenangan ini dirayakan dan diberitakan, jasa serta jerih payah mereka kemudian dilupakan. Pemerintah harus hadir memberikan penghargaan yang nyata, bukan hanya ucapan selamat,” ungkap Sayed.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut bukan semata-mata persoalan materi, melainkan juga bentuk pengakuan pemerintah terhadap generasi muda Aceh yang berprestasi di bidang Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan.
“Reward yang diberikan akan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus mengembangkan potensi. Pada saat yang sama, ini juga menjadi penyemangat bagi santri dan generasi muda lainnya agar berani berprestasi dan membawa nama baik Aceh ke tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Jangan Lupakan Peran Dayah dan Para Pembimbing
Selain memberikan penghargaan kepada para juara, Gadjah Puteh juga mengingatkan agar Pemerintah Aceh tidak melupakan peran Dayah Insan Qurani, para guru, pembimbing, dan orang tua yang telah mendampingi ketiga santriwati sejak tingkat MTs hingga MA.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Ada lembaga pendidikan yang membina, guru yang membimbing, orang tua yang mendukung, serta para pembina yang terus memberikan motivasi. Semua pihak yang berkontribusi patut mendapatkan penghargaan,” katanya.
Gadjah Puteh berharap Pemerintah Aceh menjadikan prestasi tersebut sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan generasi Qurani melalui dukungan terhadap dayah, lembaga pendidikan Islam, serta program pengembangan bakat dan prestasi santri.
“Jangan hanya hadir ketika ada kemenangan. Pemerintah harus hadir sejak proses pembinaan, memberikan dukungan selama perjuangan, dan memastikan para juara tetap mendapatkan perhatian setelah membawa pulang prestasi. Jasa dan jerih payah mereka tidak boleh pernah dilupakan,” pungkas Sayed.(red)





