Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Aceh

Keselamatan Rakyat Aceh Jauh Lebih Penting, Gadjah Puteh Desak PTPN Angkat Kaki dari Aceh

51
×

Keselamatan Rakyat Aceh Jauh Lebih Penting, Gadjah Puteh Desak PTPN Angkat Kaki dari Aceh

Sebarkan artikel ini
Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah, saat memberikan pernyataan tegas mengenai tuntutan penghentian operasional PTPN IV Regional 6 di Aceh Tamiang akibat dampak bencana ekologis.
LSM Gadjah Puteh secara tegas mendesak PTPN IV Regional 6 (dahulu PTPN I) untuk segera mengakhiri operasionalnya di tanah Aceh, khususnya di Aceh Tamiang.

AtjehUpdate.com,- Aceh Tamiang | Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh dengan tegas mendesak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 6 untuk angkat kaki dari Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, karena dinilai menjadi salah satu sumber masalah besar penyebab bencana ekologis yang terus berulang di Aceh.

LSM Gadjah Puteh menilai, aktivitas perkebunan skala besar PTPN IV Regional 6 (sebelumnya PTPN I) yang telah berlangsung puluhan tahun telah menyebabkan penggundulan hutan dalam skala masif hingga ribuan hektar, tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem hutan, daya dukung lingkungan, serta prinsip pelestarian alam. Dampak dari kerusakan tersebut kini dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk banjir besar, banjir bandang, longsor, serta rusaknya daerah aliran sungai (DAS).

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

“Bencana demi bencana yang melanda Aceh, terutama Aceh Tamiang, bukan lagi semata-mata faktor alam. Ini adalah akumulasi dari kejahatan ekologis yang dibiarkan puluhan tahun, dan PTPN IV Regional 6 harus bertanggung jawab secara moral dan historis,” tegas Sayed Zahirsyah, Direktur Eksekutif Gadjah Puteh dalam pernyataannya.

Menurut Gadjah Puteh, alih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan sawit telah menghilangkan fungsi hutan sebagai daerah resapan air, penyangga ekosistem, serta pelindung kehidupan masyarakat di hilir. Ironisnya, ketika bencana terjadi, rakyat kecil yang menjadi korban, sementara korporasi terus menikmati keuntungan tanpa memikul beban kerusakan lingkungan yang ditinggalkannya.

LSM Gadjah Puteh menegaskan bahwa Aceh tidak membutuhkan investasi yang merusak, melainkan investasi yang menghormati alam, kearifan lokal, dan keberlanjutan hidup generasi mendatang. Oleh karena itu, keberadaan PTPN IV Regional 6 di Aceh dinilai sudah tidak relevan dan justru memperparah krisis ekologis.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses