LSM Gadjah Puteh Pertanyakan Minimnya Respons Bantuan Bencana
AtjehUpdate.com,- LANGSA | LSM Gadjah Puteh menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kekecewaan atas lambannya respons sejumlah pihak terhadap musibah banjir yang melanda Aceh pada umumnya dan Kota Langsa pada khususnya. Sejak banjir merendam sejumlah gampong dan memaksa warga mengungsi, bantuan yang diharapkan justru tidak kunjung datang dari pihak-pihak yang seharusnya hadir di garda terdepan.
Direktur Eksekurif Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Almahdaly, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa hingga hari ini warga Langsa dan pemko Langsa sepertinya masih berjuang sendiri menghadapi situasi darurat, sementara perhatian dari Pemerintah Provinsi Aceh, anggota DPRA, anggota DPR RI asal Dapil Aceh, maupun berbagai lembaga lain terlihat minim bahkan nyaris tidak ada. Ada apa.?
> “Pertanyaan kami sederhana: masyarakat Langsa salah apa? Dalam kondisi bencana seperti ini, solidaritas dan tanggung jawab kolektif seharusnya menjadi prioritas. Namun faktanya, masyarakat Langsa seolah dibiarkan menghadapi banjir tanpa dukungan memadai, bahkan diketahui ada anggota DPRA dapil 7 (Langsa-Aceh Tamiang) justru menyalurkan bantuannya ke daerah lain diluar dapil. Ada apa dan kenapa Langsa seperti dimusuhi.?, tanyanya heran.
LSM Gajdah Puteh menilai absennya bantuan dan perhatian dari berbagai unsur pemerintahan merupakan tamparan bagi rasa kemanusiaan. Padahal, konstitusi dan mandat jabatan publik jelas mengatur bahwa penyelenggara negara wajib hadir dalam setiap kondisi darurat yang mengancam keselamatan rakyat.
Warga yang terdampak, khususnya di Kecamatan Langsa Lama, Langsa Baro, dan sejumlah titik rawan lainnya, membutuhkan bantuan cepat berupa logistik, peralatan evakuasi, layanan kesehatan darurat, gunungan sampah yang berpotensi menyebarkan virus oenyakit, serta dukungan relawan. Namun hingga kini, upaya penanganan masih banyak bertumpu pada aparatur setempat dan inisiatif masyarakat.





