LSM Gajah Puteh juga mengingatkan bahwa bencana bukan sekadar urusan penanganan sesaat, melainkan membutuhkan langkah komprehensif, termasuk mitigasi, perbaikan drainase, dan tata kelola wilayah yang lebih serius. Tetapi untuk kondisi darurat hari ini, yang dibutuhkan warga adalah kehadiran nyata, bukan sekadar janji atau kunjungan seremoni ketika sorotan media ramai.
> “Kami meminta dengan tegas kepada Pemprov Aceh, DPRA, DPR RI Dapil Aceh, dan anggota FPRA dapil Langsa – Aceh Tamiang serta seluruh instansi terkait agar tidak tutup mata. Jangan biarkan masyarakat Langsa merasa dianaktirikan di tanahnya sendiri,” lanjut Sayed.
Gadjah Puteh menutup rilisnya dengan menyerukan solidaritas bersama seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bahu-membahu membantu korban banjir, sekaligus mendesak pemerintah agar memperbaiki manajemen kebencanaan yang selama ini dinilai lemah dan tidak responsif.
“Bencana tidak bisa menunggu. Rakyat butuh aksi nyata sekarang”,.(red)





