AtjehUpdate.com., Aceh Tamiang -Yayasan LBH Kantara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas gerak cepat TNI-Polri serta PLN dalam merespons masa darurat pasca-banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, khususnya Aceh Tamiang.
Di tengah kondisi krisis yang menuntut kehadiran negara secara nyata, langkah cepat aparat keamanan dalam evakuasi serta pemulihan kelistrikan dinilai telah memberi harapan awal bagi masyarakat yang sempat terjebak dalam ketidakpastian.
Namun, LBH Kantara melalui Ajie Lingga menegaskan bahwa indikator keberhasilan penanganan bencana tidak boleh berhenti pada seremoni pembagian sembako semata.
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa warga tidak hanya kekurangan logistik, melainkan kehilangan fungsi kehidupan normal akibat infrastruktur publik yang lumpuh total dan akses terhadap hak-hak dasar yang terputus.
Penanganan pascabencana seharusnya dilakukan secara serempak dan terintegrasi, bukan berjalan parsial atau sektoral yang mengedepankan satu sisi namun mengabaikan sisi lainnya.
LBH Kantara menyoroti pemulihan jaringan telekomunikasi dan infrastruktur digital yang masih tertinggal jauh di Aceh, padahal dalam situasi darurat, sinyal bukan sekadar kebutuhan komunikasi biasa.
Jaringan telekomunikasi merupakan jalur keselamatan yang menentukan koordinasi evakuasi, pendataan korban, hingga penyaluran bantuan tepat sasaran.
Kelumpuhan sinyal ini berdampak domino pada matinya layanan perbankan yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat. Di banyak titik terdampak, mesin ATM tidak berfungsi dan layanan perbankan digital lumpuh.
Akibatnya, warga kesulitan menarik tabungan sendiri untuk memenuhi kebutuhan darurat atau memperbaiki rumah yang rusak. Kondisi ini membuat beban psikologis dan ekonomi korban semakin berat karena roda ekonomi rakyat tidak dapat bergerak tanpa dukungan jaringan keuangan yang memadai.





