Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Aceh

LBH Kantara: Pengusaha HGU Jangan Asal Lepas Tanah, Waspadai Penumpang Gelap di Balik Dalih Bencana

59
×

LBH Kantara: Pengusaha HGU Jangan Asal Lepas Tanah, Waspadai Penumpang Gelap di Balik Dalih Bencana

Sebarkan artikel ini
Direktur LBH Kantara Ajie Lingga SH atau Advokat Pirang saat memberikan keterangan pers tegas mengenai pelepasan lahan HGU untuk Huntara dan Huntap di Aceh Tamiang agar sesuai prosedur hukum.
Direktur LBH Kantara, Ajie Lingga SH (Advokat Pirang), mewanti-wanti pengusaha HGU agar tidak gegabah melepas tanah untuk Huntara/Huntap tanpa kajian teknis yang jelas. Waspadai oknum "penumpang gelap" yang memanfaatkan dalih bencana untuk keuntungan pribadi (aji mumpung). Pemkab juga diminta memprioritaskan penggunaan aset tanah daerah sendiri sebelum membidik lahan swasta. Simak pernyataan lengkapnya.

​Advokat Pirang menegaskan bahwa selisih luasan tanah yang tidak wajar ini sangat rawan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab sebagai “penumpang gelap”. Jangan sampai dalih bencana dan kemanusiaan justru dijadikan alat untuk mencari keuntungan pribadi atau spekulasi tanah oleh pihak-pihak tertentu. Transparansi site plan dan validasi data korban mutlak diperlukan sebelum ada pelepasan hak.

​Lebih lanjut, Ajie juga mempertanyakan langkah pemerintah yang seolah langsung membidik lahan HGU swasta. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sendiri memiliki banyak aset tanah yang seharusnya diinventarisasi dan dimaksimalkan terlebih dahulu. Ia menilai, secara tata kelola pemerintahan yang baik, pemanfaatan aset daerah harus menjadi prioritas utama sebelum menyentuh atau meminta hak keperdataan pihak swasta.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

LBH Kantara meminta semua pihak untuk bertindak berdasarkan kajian teknis yang jelas, bukan sekadar emosional sesaat, guna menutup celah penyimpangan aset atas nama bencana.(red)

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses