Selama ini, banyak keluhan muncul terkait praktik penempatan jabatan yang tidak transparan, proses mutasi yang sarat subjektivitas, hingga lemahnya penindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok internal tertentu. Kondisi ini memunculkan ketimpangan, menurunkan semangat pegawai berintegritas, dan mengganggu kinerja pelayanan publik di sektor kepabeanan.
Masyarakat menuntut agar Dirjen baru mampu memutus mata rantai dominasi kelompok lama yang selama ini diduga menghambat jalannya reformasi birokrasi. Harapannya, setiap kebijakan ke depan lebih berpihak pada profesionalisme, akuntabilitas, dan terbuka terhadap pengawasan publik.
Letjen Djaka diharapkan segera melakukan konsolidasi menyeluruh, mengevaluasi struktur yang selama ini dinilai sarat kepentingan, serta mendorong penegakan disiplin yang konsisten tanpa pandang bulu. Langkah cepat, objektif, dan transparan akan menjadi kunci utama keberhasilannya dalam membawa DJBC menuju institusi yang bersih, kuat, dan dipercaya.
Jika Letjen Djaka mampu menjawab harapan ini dengan tindakan nyata, maka pelantikannya akan tercatat sebagai titik balik penting dalam sejarah reformasi Bea dan Cukai Indonesia.(red)





