“Sudah berulang kali penangkapan dilakukan, tetapi yang jadi korban hanya pedagang kecil, sopir, atau kernet. Sementara para beking dan pelaku utama penyelundupan dibiarkan bebas berkeliaran. Ini bukan penegakan hukum yang benar, ini hanya sandiwara,” tambah Said dengan tegas.
Menurut Gadjah Puteh, karakter militer dengan disiplin ala pasukan elite seperti Kopassus menjadi harapan baru bagi DJBC. Kemenkeu dinilai membutuhkan figur yang bukan hanya paham manajemen fiskal, tapi juga mampu membongkar jejaring mafia yang selama ini membuat Bea Cukai “tak bertaji” dalam pengawasan strategis nasional.
“Selama ini Bea Cukai, khususnya di Langsa, ibarat ayam sayur. Tak berani bersuara di hadapan para pengendali utama peredaran rokok ilegal dan barang selundupan. Kami yakin Letjen Djaka, dengan latar belakang Kopassus dan pengalaman sebagai orang nomor dua di BIN, akan membawa ketegasan, keberanian, dan kejutan yang selama ini hilang dari lembaga ini,” pungkas Said.
LSM Gadjah Puteh menilai, penempatan jenderal aktif di tubuh DJBC juga menjadi langkah simbolik bahwa negara tidak sedang main-main dalam menertibkan sektor yang selama ini dikenal sebagai salah satu pintu kebocoran penerimaan negara. Mereka berharap agar rotasi ini juga menyentuh sampai ke jajaran operasional daerah, termasuk Bea Cukai Langsa yang kinerjanya dianggap stagnan dan tidak visioner.(red)





