Tidak hanya itu, proses rekrutmen siswa penerima beasiswa juga dinilai kurang transparan. Sejumlah pihak menilai bahwa mekanisme seleksi seharusnya dilakukan secara terbuka agar santri yang benar-benar berprestasi dan layak menerima bantuan dapat memperoleh kesempatan yang sama.
Di sisi lain, masyarakat juga menyoroti belum optimalnya dukungan tenaga profesional dalam membantu kinerja Baitul Mal Kota Langsa. Padahal, di sejumlah kabupaten/kota lain, pengelolaan dana zakat dan bantuan sosial sudah didukung oleh tenaga profesional untuk memastikan pengelolaan berjalan secara akuntabel dan efektif.
Sejumlah tokoh masyarakat berharap agar pengelolaan dana umat di Baitul Mal Kota Langsa dapat dilakukan dengan lebih transparan, profesional, dan akuntabel. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan bantuan benar-benar sampai kepada pihak yang berhak menerima.
Masyarakat juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan penyaluran bantuan, mulai dari pendataan penerima manfaat, proses seleksi, hingga mekanisme pengawasan agar dana umat dapat dikelola secara amanah dan tepat sasaran.(red)





