AtjehUpdate.com., Aceh | 17 Juli 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Mei 2026 mengalami tekanan cukup besar setelah nilai impor meningkat tajam dan melampaui nilai ekspor. Kondisi tersebut menyebabkan Aceh membukukan defisit perdagangan sebesar US$51,92 juta, berbalik dari bulan sebelumnya yang masih mencatat surplus.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Aceh, nilai ekspor barang asal Aceh pada Mei 2026 tercatat sebesar US$52,88 juta, atau turun sekitar 7,21 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai US$56,99 juta. Di sisi lain, nilai impor justru melonjak menjadi US$104,80 juta, meningkat 112,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$49,25 juta.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap neraca perdagangan Aceh bukan semata-mata disebabkan menurunnya ekspor. Penurunan ekspor memang terjadi sekitar US$4,11 juta, namun lonjakan impor yang mencapai lebih dari US$55 juta dalam satu bulan menjadi faktor utama yang mengubah posisi perdagangan Aceh dari surplus menjadi defisit. Dengan kata lain, peningkatan impor memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan penurunan ekspor terhadap kondisi neraca perdagangan daerah.





