Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Aceh

Hampir Setahun Kafilah Menunggu, Bonus MTQ Langsa Dipertanyakan: Dianggarkan atau Sekadar Janji?

1
×

Hampir Setahun Kafilah Menunggu, Bonus MTQ Langsa Dipertanyakan: Dianggarkan atau Sekadar Janji?

Sebarkan artikel ini
Kafilah Kota Langsa peraih prestasi MTQ ke-37 Aceh mempertanyakan kepastian bonus yang belum cair hingga Agustus 2026
Hampir setahun setelah MTQ ke-37 Aceh di Pidie Jaya, bonus bagi kafilah berprestasi Kota Langsa belum juga jelas. Pernyataan mantan Plt Kadis Syariat Islam bahwa tidak tersedia anggaran bonus justru memunculkan pertanyaan baru tentang sumber dan kepastian penghargaan tersebut.

Persoalan ini perlu diluruskan oleh Pemko Langsa agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pemerintah dengan para kafilah.
Sebab, jika memang bonus tidak pernah dianggarkan, pemerintah harus berani menyampaikan secara terbuka.
Jangan sampai para kafilah dibiarkan menunggu selama berbulan-bulan karena mengira ada hak penghargaan yang sedang diproses, padahal ternyata tidak pernah masuk dalam penganggaran.

Sebaliknya, apabila ada kebijakan atau komitmen pemberian bonus yang ditetapkan melalui jalur lain di luar Dinas Syariat Islam, maka pemerintah juga perlu menjelaskan siapa yang menetapkan, berapa nilainya, dari pos anggaran mana, serta mengapa sampai sekarang belum direalisasikan.
Di sinilah pentingnya transparansi.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Dibandingkan Masa Sebelumnya, Mengapa Kini Berbeda?

Pertanyaan semakin mengemuka jika melihat pola penghargaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada periode pemerintahan wali kota sebelumnya, kafilah Kota Langsa yang berhasil meraih prestasi dalam MTQ tingkat provinsi pernah memperoleh bonus yang nilainya disebut berkisar Rp20 juta per orang, tergantung capaian masing-masing.

Bahkan, sejumlah kafilah berprestasi juga pernah diberikan penghargaan berupa kesempatan melaksanakan ibadah umrah.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Jika informasi tersebut benar, maka para kafilah kontingen Kota Langsa wajar bertanya:
Mengapa pola penghargaan terhadap kafilah berprestasi tersebut tidak terlihat pada MTQ ke-37 tahun 2025?
Apakah kebijakan bonus memang telah dihentikan?
Apakah kemampuan fiskal daerah menjadi alasan?
Atau terdapat perubahan kebijakan pemerintah daerah?
Jika memang terjadi perubahan kebijakan, mengapa tidak disampaikan secara terbuka kepada para kafilah dan pembina?

Jangan Hanya Diingat Saat Membutuhkan Prestasi

Dikatakan oleh beberapa orang qori, bahwa para kafilah tidak hadir secara tiba-tiba di arena MTQ. Di belakang setiap prestasi terdapat proses panjang: pembinaan, latihan, seleksi, pengorbanan waktu, tenaga, biaya dan dukungan para pembina.
Ketika mereka diminta membawa nama Kota Langsa, pemerintah tentu berharap mereka memberikan hasil terbaik.

Karena itu, penghargaan kepada mereka semestinya tidak hanya diberikan ketika prestasi berhasil diraih. Jangan sampai pemerintah hadir ketika membutuhkan prestasi dan dokumentasi, tetapi ketika tiba waktunya memberikan penghargaan justru tidak ada kepastian.(red)

 

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses